Bentrokan kemarin (31/10) diareal kampus usu yang telah tersebar di berbagai media. Sebenarnya ini adalah kali kedua bentokan terjadi sejak saya beralmamater teknik USU. Akibatnya UTS kami didelay 2 hari. Sampai tadi malam pun masih banyak mahasiswa yang kumpul-kumpul diareal kampus hingga suasana masih terasa mencekam. Sebenarnya ini adalah hal yang memalukan baik bagi fakultas yang bertikai maupun bagi universitas sendiri. Kalian kaum intelektual guys, you’re engineer, you must be a problem solver not trouble maker. Kalian harusnya menjadi contoh bukan dikirain orang bodoh.
Saya gak akan bahas kronologinya, tapi ini layak menjadi renungan buat seluruh mahasiswa di Indonesia. jika senior kita terdahulu bersatu padu dan bertaruh nyawa rebut demokrasi yang ada sekarang apa? Saling baku hantam antar kalian sendiri kadang dalam satu universitas malah terkadang dalam satu fakultas berkelahi. Mau kalian bawa kemana bangsa ini, egoisme fakultas yang hanya rata-rata 4 tahun kalian miliki, apakah itu dapat membuat kalian berperang melawan saudara sendiri.
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Mau kemana arahnya saudaraku kalian bawa bangsa ini jika hari yang kalian fikirkan adalah cara menghancurkan saudara kalian sendiri. Jika harin ini kalian terus mengumandangkan dendam tak berkesudahan apakah kalian akan dapat berkerjasama setelah kalian mengambil bagian dalam masyarakat kelak.
Agent of change
Perubahan itu selalu mulai dan ditularkan oleh para pemuda, masi ingatkah kalian 4 hari yang lalu adalah hari sumpah pemuda, dimana 83 tahun yang lalu pemuda-pemuda Indonesia bersatu menghimpun diri dalam satu tujuan yaitu Indonesia dan kemari kalian mengobarkan api perang itu, api yang dapat menghanguskan integrasi bangsa.
Teknik bersatu
Solidaritas yang tinggi yang merancu pada egoism fakutas teknik usu. Tapi rasa kebanggaan itu bukanlah diwujudkan dengan perkelahian adu jotos, banyak hal positif untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik. Berpacu dalam prestasi, bukan adu otot tapi marilah adu otak…
Salam damai
Salam teknik